Entri Populer

Rabu, 11 April 2012

SUKSESKAN UN 2012, BK SMAN 1 SLAHUNG GELAR PEMBEKALAN MENTAL DAN DO'A BERSAMA






























SUKSESKAN UN 2012, BK SMAN 1 SLAHUNG GELAR 
PEMBEKALAN MENTAL DAN DO'A BERSAMA
Dalam rangka mensukseskan Ujian Nasional tingkat SMA pada 16-19 April 2012 mendatang, maka Bimbingan Konseling SMAN 1 Slahung, Ponorogo bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo menyelenggarakan "Pembekalan Mental Menghadapi Ujian Nasional dan Do'a Bersama" bagi Kelas XII.
Kegiatan ini dilaksanakan Rabu, 4 April 2012 di Laboratorium IPA SMAN 1 Slahung dengan diikuti oleh seluruh siswa Kelas XII yang berjumlah 211 siswa dengan rincian XII.IPA.1 berjumlah 37 siswa, XII.IPA.2 berjumlah 38 siswa, XII.IPA.3 berjumlah 36 siswa, XII.IPS.1 berjumlah 33 siswa, XII.IPS.2 berjumlah 33 siswadan XII.IPS.3 berjumlah 34 siswa. Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dan berakhir sekitar 12.00 WIB. Acara dimulai dengan Opening Ceremony dengan MC Lilik Setyawati, SE (Staf BK), Eny Setyorahayu, S.Pd (Staf BK) memberikan sambutan selaku Ketua Team Work dan Drs. H. Budi Susanto selaku Kepala Sekolah memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Opening Ceremony ini diakhiri  dengan do'a yang dipimpin oleh Abdul Rohim, S.Ag (Walikelas XII.IPS.1/Guru PAI). Kemudian acara dilanjutkan pada acara inti Pembekalan Mental Menghadapi Ujian Nasional dan Do'a Bersama dengan Materi; Bimbingan Belajar dan Karir oleh Heru Sukoco, S.Pd (Koordinator BK), Pendidikan Karakter oleh Team BK SMAN 1 Slahung, Achievement Motivation Training (AMT) oleh Sayid Abas, SE,  M.Si (Team Unmuh), Emotional Spiritual Quotient (ESQ) oleh Drs. Rudianto, M.Pd (Team Unmuh), Hypno Therapy Sukses UN oleh Drs. Rudianto, M.Pd (Team Unmuh) dan Do'a Bersama oleh Drs. Imam Mujahid, MA dipandu Moderator Ma'shum Syah, S.Psi (Staf BK).    
               
Pembekalan Mental Menghadapi Ujian Nasional dimaksudkan untuk memberikan Motivasi Berprestasi Tinggi dan Penataan Mental agar siswa siap menghadapi ujian nasional dengan hati yang rileks dan benar-benar siap secara Lahir dan Batin. Usaha lahir sudah banyak dilakukan dengan Les Mata Pelajaran (Mapel) Ujian Nasional, Simulasi, Try Out dan lain sebagainya. Kini Usaha Batinnya melalui Pembekalan Mental dan Do'a Bersama.
Dengan materi-materi dalam acara tersebut diharapkan siswa lebih rileks dan tidak menganggap Ujian Nasional menjadi beban atau momok, akan tetapi menjadi pintu prestasi dalam meraih cita-cita dengan kesiapan Lahir dan Batin yang prima. Artinya kegiatan ini menjadi kegiatan peningkatan Motivasi Berprestasi yang tinggi (Increase Need Of Achievement konsep McLelland) sekaligus Refreshing/Penyegaran Pra Ujian Nasional setelah menjalani Les, Bimbingan Belajar, Simulasi Soal dan lain sebagainya (yang kurang lebih menjadi beban  psikis bagi siswa) yang pada akhirnya dengan kegiatan ini melahirkan sukses Ujian Nasional dengan hasil Lulus Semua dengan Nilai Membanggakan dan mampu diterima di Perguruan Tinggi Negeri tanpa tes (Jalur SNMPTN Undangan). Terbukti setelah acara yang diwarnai keharuan dan isak tangis siswa dan siswi kelas XII, mereka lebih rileks. "Insyaallah saya siap menghadapi ujian, setelah relaksasi ini dan mental yang lebih matang menghadapi Ujian Nasional", terang Astri Wuryani siswi kelas XII.IPA.1.
Disamping itu, siswa diharapkan mampu memiliki dasar berfikir yang kuat tertutama saat memilih Ilmu yang akan didalami dalam mencapai cita-cita. Dengan demikian, adanya salah pilih jurusan ataupun keterpaksaan memilih dalam Program PMDK/SNMPTN Undangan maupun SNMPTN Tulis, maupun PMDK di kampus swasta tidak sampai terjadi. (bk)

Minggu, 18 Maret 2012

SISWI SMAN 1 SLAHUNG, SABET JUARA 1 DESAIN BATIK 2011



Dinaravony K, siswi SMAN 1 Slahung sukses menyabet Piala Bupati dalam Lomba Desain Batik Tingkat Kabupaten Ponorogo. Acara tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 5 Maret 2011 lalu oleh HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi Unmuh Ponorogo. Prestasi tersebut layak diacungi jempol, sebuah kado lulus Ujian Nasional tahun 2011. Siswi satu ini memang memiliki talenta seni dan berprestasi dalam akademik. Kini Dinaravony tercatat aktif sebagai Mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES setelah lolos SNMPTN Undangan tahun 2011 lalu.

Upaya untuk terus melestarikan budaya yang ada sekaligus menumbuhkembangkan kecintaan dari  genarasi muda, sepertinya sedang dilakukan oleh mahasiswa fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Sabtu (05/03) para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Fak. Ekonomi mengadakan lomba desain batik khas Ponorogo. Sejarah mencatat jika Batik memang pernah jaya di kota Reyog ini, namun seiring dengan munculnya banyak kain batik yang dibuat mempergunakan mesin dengan harga yang lebih terjangkau dari pada batik tulis, perlahan namun pasti para pengrajin batik lokal Ponorogo mulai redup.
Lomba desain batik yang diselenggarakan mahasiswa UNMUH Ponorogo ini diikuti oleh 115 peserta yang berasal dari kelompok pelajar (SMP, SMA, Mahasiswa) sekaligus masyarakat umum. Para peserta didaulat untuk mengasilkan karya-karya batik yang original tanpa mengurangi ke khasan batik Ponorogo. Diantaranya corak dadak, merak dan barong. Sedangkan untuk pemilihan warna peserta diberi kebebasan untuk melakukan banyak kreasi dan mengkombinasikan warna sehingga menghasilkan paduan warna yang elok.
“Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah ikut serta untuk menghidupkan kembali batik di kota Ponorogo. Dengan lomba desain ini para peserta diharapkan dapat berlomba-lomba menciptakan desain batik dengan corak Ponorogo,” ungkap Hj. Sulastri Amin Istri Bupati Ponorogo. Selain dihadiri oleh istri orang nomor satu di Ponorogo tersebut, terlihat juga Hj. Rudina Luhur karsanto istri Sekda Kabupaten Ponorogo.
Keluar sebagai pemenang dari kategori umum dan mahasiswa yakni Nindira Agustin perwakilan dari UNMUH Ponorogo diikuti Belenda Dewi Regina perwakilan dari UNESA serta Purwahyuni perwakilan dari umum. Sedangkan untuk kategori pelajar Juara 1 diraih oleh Dinaravony K wakil dari SMAN 1 Slahung, juara II diraih oleh Hanifah dari SMAN 1 Badegan dan Juara III diraih oleh Bangga Dwi Putranto wakil dari SMAN 1 Ponorogo.
“Alhamdulillah, usaha saya menuai hasil yang maksimal sesuai harapan,” ujar Dinaravony. (BK SMAN 1 SLAHUNG)

Selasa, 07 Februari 2012

SRIKANDI PRAMUKA SMAN 1 SLAHUNG SUKSES DAKI PUNCAK LAWU




Seorang Srikandi Pramuka SMAN 1 Slahung, Marita Wulaningrum siswi kelas XII.IPA.2 sukses wujudkan impiannya taklukkan Puncak Lawu. Puncak lawu yang tenar disebut HARGO DUMILAH dengan keinggian 3265 mdpl (meter di bawah permukaan laut) sukses didaki 25 Desember 2011 lalu dalam event “Pengembaraan Pramuka IX” yang diselenggarakan oleh Dewan Kerja Ranting (DKR) Kwartir Ranting Balong. Event tahunan DKR Balong ini memang selalu aktif diikuti siswi yang akrab disapa Reta ini.

Pendakian ke gunung lawu ini dimulai sejak 24 Desember sampai dengan 25 Desember 2011. Meski hari itu Pendakian Gunung Lawu baru saja dibuka karena beberapa hari yang lalu sempat ditutup disebabkan ada evakuasi jenasah seorang pendaki yang meninggal karena tidak tahan dengan suhu dingin, Reta beserta rombongan tidak sedikitpun mengurungkan niatnya untuk melakukan pendakian.
Reta ini memang sangat giat di organisasi sekolah mulai dari OSIS (Ketua periode 2010/2011), Pramuka, PMR, Olahraga, dan sebaginya. Dia memang sangat aktif di berbagai kegiatan Kepramukaan yang konon di usianya yang baru 17 tahun ini, sudah mendapat title Pembina Mahir Lanjutan. Mungkin pengalaman itulah yang mendewasakan mentalnya dan membulatkan tekadnya mewujudkan impian gapai puncak lawu, apapun halangannya.
Bahkan Mitos yang beredar pun tidak menciutkan nyalinya dan bersama jiwa Pramuka ia menepis segala keraguan dalam pendakian yang baru pertama kali ia ikuti tersebut. Musim dan cuaca yang terus hujan menambah tantangan tersendiri perjalanan menuju puncak Gunung Lawu. Rute yang diambil Reta dkk adalah rute sebelah timur yaitu jalur Cemoro Sewu yang terdiri dari 5 pos, yang diantaranya melewati Sumber Wesanan, Watu Jago, Sumur Jalatundo, Sendang Derajat, dan tujuan akhir puncak Lawu; Hargo Dumilah. Tak bisa dibayangkan seberapa dinginnya suhu yang berkisar antara 7°C di ketinggian puncak lawu tersebut.
“Dengan semangat pecinta alam, pendakian dimulai jam 5 sore, sehingga pendakian malam hari semakin menantang andrenaline kami untuk menuntaskan petualangan itu. Medan yang cukup terjal dan menanjak cukup menguras tenaga, apalagi di tambah dengan dingin dan hujan yang terus menyertai perjalanan kami. Ada beberapa teman kami yang harus tinggal Pos karena kondisi yang tidak memungkinkan. Ya, saya akui saya pun juga mulai tertatih untuk mendaki. Namun, dengan bantuan dan semangat dari teman-teman dan sesama pendaki akhirnya saya dan teman-teman pun dapat menginjakkan kaki di Hargo Dumilah.” ujar Reta.
Pemandangan malam yang berkabut dan lampu-lampu penduduk di bawah lereng gunung yang mengalihkan perhatian serta canda tawa khas Pramuka mewarnai petualangan tersebut. Setiap berpapasan dengan pecinta alam yang lain selalu ada kalimat sapaan dari pendaki satu ke pendaki lain yang memberi semangat tersendiri. Jam 5 dini hari peserta “Pengembaraan Pramuka IX” dan rekan-rekan pendaki yang lain sampai di puncak. Tak terlewatkan lukisan alam berupa sun rise menjadi kado keberhasilan mencapai puncak Gunung Lawu. Keberanian yang terasa menyiksa, dasar jurang yang mengusik mata, dan di puncak ketinggian menjawab segala tantangan. Pemandangan alam yang maha dahsyat ciptaan Sang Pencipta Alam mampu menghilangkan segala lelah dan tidak ada hal apapun yang dapat mewakili kecuali rasa syukur dan kagum atas ciptaan-Nya. Begitulah catatan Reta selama perjalanan.
Dalam perjalanan turun gunung sebagian dari mereka melakukan aksi Bakti Pertiwi dengan memungut sampah dari jalan-jalan yang mereka lewati yang kemudian di tampung di posko Cemoro Sewu untuk dihanguskan. “Jika tidak dimulai dari kita sendiri siapa yang akan memulai, sedangkan kehidupan nantinya akan terus berlanjut kepada anak cucu kita. Apalagi ini musim hujan sangat tepat untuk mengadakan penghijauan dan kenapa tidak jika Indonesia mampu tentunya Pramuka SMA Negeri 1 Slahung pun juga mampu. Mungkin lewat event Pramuka dan Pecinta Alam yang ada di SMA ini. Jadi, ayo hijaukan bumi Indonesia dengan event Gerakan Pramuka. Saya yakin dengan kerja sama yang baik dari seluruh warga sekolah SMA N 1 Slahung mampu melakukan aksi Bakti Pertiwi lainnya” begitu tambahnya.
Peserta “Pengembaraan Pramuka IX” dengan sukarela melakukan aksi Bakti Pertiwi dengan semangat pendaki sesuai motto para pecinta alam “Tidak mengambil apapun kecuali gambar, tidak membunuh apapun kecuali waktu, dan tidak meninggalkan apapun kecuali jejak”. Menurut Reta Hal itu pula yang seharusnya menjadi motivasi kita semua untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, serta selalu mengajarkan kita bagaimana kita harus menghargai alam dan tidak merusaknya.
            Mungkin pendakian Reta sampai ke puncak Gunung Lawu ini dapat memotivasi Pecinta Alam Slahung Comunity ( PALASCO) yang mulai menjejakkan langkah melalui Pramuka. Setelah seorang Reta si Gadis Tunas Kelapa yang berhasil sampai ke Puncak  Gunng Lawu. Lalu siapa lagi warga SMAN 1 Slahung yang akan mengikuti jejaknya??? (BK)

Selasa, 10 Januari 2012

MGBK SMA/SMK/MA EDUCATION AND CAREER EXPO dan LIMITED MUSIC CONTEST

Undangan! Disampaikan kepada Semua Siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Ponorogo dan Wilayah se-Eks Karesidenan Madiun dan Sekitarnya, utamanya kelas XII dan Orang Tua/Walimurid serta masyarakat umum, untuk hadir pada hari Sabtu, 14 Januari 2012 mulai pukl 07.30 WIB sampai dengan 14.00 WIB di Gedung Sasana Praja Ponorogo, acara MGBK SMA/SMK/MA EDUCATION AND CAREER EXPO bertema "Perluas Info Wujudkan Asa", diikuti oleh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta seputar Jatim dan Jateng serta Lembaga Kursus dan Kerja, dengan  dimeriahkan oleh Limited Music Contest bertema "Memupuk Minat, Menuai Bakat" oleh 15 Group Band Sekolah. Atas partisipasi dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami
Ketua Panitia

ttd

Ma'shum Syah, S.Psi

Selasa, 04 Oktober 2011

ANTISIPASI KENAKALAN REMAJA, WABUP TILIK SMAN 1 SLAHUNG


Dalam rangka menanggulangi kenakalan remaja yang tak terbendung, maka Wabup Hj. Yuni Widyaningsih, SH melakukan tilik sekolah. Kali ini Wabup Ida melakukan tilik sekolah ke SMA Negeri 1 Slahung Senin (31 Januari 2011) pagi. Acara diawali dengan upacara bendera, dimana Wabup Ida selaku Inspektur Upacaranya. Usai upacara Wabup langsung melakukan dialog interaktif dengan perwakilan siswa SMAN 1 Slahung.

Kenakalan remaja setinggkat SMP dan SMA yang ada di kabupaten Ponorogo mungkin sudah di ambang batas yang mengkhawatirkan, sampai sampai wakil bupati ponorogo Yuni Widyaningsih turun tangan sendiri untuk melakukan pencegahan ini berkoordinasi dengan Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ir. Endang Retno Wulandari, MM.

Sebagai wujud penanggulangan kenakalan remaja tersebut senin pagi wabub yang akrab di panggil Ida ini turun melakukan tilik sekolah yang bertempat di SMA Negeri 1 Slahung kecamatan Slahung 

Dalam kesempatan tilik sekolah ini Yuni Widyaningsih bersama beberapa kepala badan serta kantor dan juga di ikuti oleh muspika setempat melakukan dialog bersama sekitar 115 murid perwakilan setiap kelas yang ada di SMA Negeri 1 Slahung.

Saat di wawancarai wabub Yuni Widyaningsih mengatakan memang saat ini kondisi kenakalan remaja sangat memprihatinkan hal ini memang perlu perhatian khusus dari pemerintah Ponorogo dengan cara penyuluhan seperti ini.
Lebih lanjut Yuni menegaskan pihaknya akan selalu konsisten untuk melakukan tilik sekolah seperti yang dilakukan saat ini. Sehingga setidaknya bisa menekan angka kenakalan remaja yang sudah mengkhawatirkan

Dalam dialog interaktif dengan siswa tersebut, antusiasme para peserta sangat tinggi hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang mencecar pertanyaan kepada tim dari kabupaten Ponorogo mengenai kenakalan remaja. (BK SMAN 1 Slahung).

Selasa, 27 September 2011

TETAP SEMANGAT! HADAPI ULANGAN TENGAH SEMESTER

Ingak! ujian sebentar lagi, siapkan diri, tata hati, bulatkan tekad dan kuatkan mental.

Selamat menempuh Ulangan Harian Bersama Tengah Semester Gasal tahun pelajaran 2011/2012 bagi seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Slahung, Ponorogo baik Kelas X.1 sampai dengan X.7, Kelas XI.IPA.1 sampai dengan XI.IPA.3, Kelas XI.IPS.1 sampai dengan Kelas XI.IPS.4 dan Kelas XII.IPA.1 sampai dengan XII.IPA.3, serta Kelas XII.IPS.1 sampai dengan XII.IPS.3 pada Senin-Sabtu, 17-22 Oktober 2011. Semoga semangatmu tetap membara dalam dada beriring usaha dhohir dengan belajar giat dan ikhtiar batin dengan do'a. Niat yang sungguh-sungguh dihiasi dengan usaha yang maksimal, insyaallah apa yang diharapkan diridhoi Tuhan Allah Yang Maha Kuasa. Amin. (sya) 

MAULID NABI, TANAMKAN PENDIDIKAN MORAL VIA KESENIAN

Radar Madiun
[ Senin, 01 Maret 2010 ]
Melihat Perayaan Maulid Nabi di SMAN Slahung
Tanamkan Pendidikan Moral via Kesenian


Sukses tidaknya pembentukan karakter seseorang tergantung proses yang dijalani semasa remaja. Prinsip itulah yang dipegang teguh pengelola SMAN Slahung, Ponorogo. Sehingga pihak sekolah sangat selektif memberikan ruang positif bagi siswanya. Salah satunya melalui gebyar seni saat Maulid Nabi SAW.

DIDIK HARYONO, Ponorogo
---

SAYUP-SAYUP terdengar suara orang mengaji. Suara ayat Alquran itu kian jelas saat memasuki halaman SMAN Slahung. Beberapa siswi mengenakan jilbab yang berlalu lalang di depan sekolah kian menunjukkan kesan agamis sekolah di Ponorogo bagian selatan itu.

Suara orang mengaji itu ternyata bersumber dari masjid di halaman sekolah bagian barat. Tampak puluhan murid duduk terdiam di dalam masjid. Mereka tampak serius menyimak ayat Alquran. Alunan bacaan melalui pengeras suara itu menyebar ke semua lingkungan sekolah. Bahkan terdengar jelas hingga perkampungan warga. ''Hari ini bersamaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, makanya kami optimalkan untuk kegiatan keagamaan,'' terang Kepala SMAN Slahung Budi Susanto, kemarin.

Dikatakan, pihaknya sengaja menghadirkan nuansa agamis di sekolah saat maulid. Tujuannya, agar siswa secara alamiah dan komprehensif memahami pesan moral pada perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW itu. ''Kami berharap sehari ini benar-benar memberi kesan bagi siswa sehingga terinternalisasi pada diri mereka,'' ujarnya.

Pendidikan moral menurut Budi tak hanya dilakukan saat maulid. Hampir setiap hari pihaknya menggelar berbagai kegiatan keagamaan di luar mata pelajaran formal. Seperti salat jamaah dan kegiatan remaja masjid sekolah. ''Pihak sekolah sudah berusaha maksimal, meski memang masih ada siswa yang membuat kesalahan. Hanya, jangan sampai akibat nila setitik rusak susu sebelanga,'' katanya berperibahasa.

Nuansa agamis tak hanya terlihat di masjid. Di ruang-ruang kelas juga terlihat kegiatan bernuansa agama. Seperti di ruang kelas tiga yang dipadati siswa yang mengikuti lomba kaligrafi. Khusus seni kaligrafi ini, siswa beradu kreativitas menggoreskan ayat Alquran dengan berbagai seni huruf dan pewarnaan. ''Tidak ada memang pelajaran khusus kaligrafi, tapi kami banyak yang suka,'' kata Sri Lestari, salah satu siswi.

Kaligrafi yang dibuat para murid itu pun tak sembarangan. Ada tiga tahap yang harus mereka lakukan. Mulai pembuatan skema menggunakan pensil, pewarnaan dasar, hingga penguatan warna menggunakan cat air. ''Selain keindahan kaligrafi, siswa juga dituntut memahami makna tulisan itu,'' kata Agustono, salah seorang guru.

Menurut Agus, selain kegiatan lomba tartil dan kaligrafi, pihaknya juga menggelar lomba pidato. Berbeda dengan pidato biasa, peserta dituntut pidato di halaman sekolah dengan disaksikan ratusan siswa. Tema yang diambil khusus tentang Maulid Nabi. ''Peserta selain faham materi juga harus mampu dalam penguasaan panggung, karena pidatonya secara terbuka,'' pungkasnya.***(sad)